Sejarah
Safari adalah sebuah peramban web buatan Apple Inc. yang
awalnya ditujukan khusus bagi sistem operasi Mac OS. Safari dipasang bersama
Mac OS X dan merupakan peramban web bawaan di sistem operasi tersebut sejak Mac
OS X v10.3. Sebelumnya dari tahun 1997 hingga 2003, Mac OS X menggunakan
Internet Explorer for Mac sebagai peramban web bawaan. Pada 11 Juni 2007, versi
pratayang untuk Windows baik yang cocok untuk Windows XP dan Windows Vista dari
Safari diperkenalkan pada Muktamar Pengembang Sedunia Apple di San Francisco.
Perkembangan
Sampai pada tahun 1997, computer Apple Macintosh telah
mengirim hanya dengan Netscape Navigator dan Cyberdog . Internet Explorer for
Mac dan Mac OS 8.1 baru akhir-akhir ini digunakan sebagai web bawaan sebagai
bagian dari lima tahun perjanjian antara Apple dan Microsoft. Akan tetapi,
Netscape Navigator terus diikut sertakan. Microsoft melrilis tiga versi utama
dari Internet Explorer untuk Mac yang dibarengi dengan Mac OS 8 and Mac OS 9.
Setelah itu, Microsoft merilis Mac OS X edisi dari Internet Explorer 5, yang
sudah diikut sertakan sebagai web bawaan peramban pada semua Mac OS X yang
dirilis dari Mac OS X DP4 sampai Mac OS X v10.2.
Pada 7 Januari 2003,
Steve Jobs mengumumkan bahwa Apple telah mengembangkan peramban web miliknya
sendiri yang berbasiskan KHTML mesin peramban yang dinamakan Safari. Mereka
merilis versi beta pertama pada hari itu dan sejumlah beta versi lainya
mengikuti sampai kepada veri 1.0 yang dirilis pada 23 Juni 2003. Pada mulanya
tersedia sebagai aplikasi yang diunduh secara terpisah kemudian digabungkan
dengan Mac OS X v10.3 saat rilis pada 24 Oktober 2003 sebagai web bawaan dan
Internet Explorer for Mac hanya dimasukkan sebagai alternatif. Sejak liris Mac
OS X v10.4 pada 29 April 2005, Safari menjadi satu-satunya peramban web yang
termasuk dalam sistem pengoperasian.
Setelah mendapat
beberapa kritik dari pengembang KTHML pada bulan Juni tahun 2005 mengenai kekurangan
akses untuk mengubah log, Apple mengubah pengembangan sumber kode dan pelacakan
gangguan dari WebCore dan JavaScriptCore kepada OpenDarwin.org. Webkit sendiri
juga dibuat sebagai referensi umum. Kode rahasia bagi aspek non-renderer pada
peramban, seperti elemen GUI tetap menjadi milik perusahaan.
Versi 2.0 dari Safari
dirilis pada 29 April 2005 dan hanya menjalankan Mac OS X 10.4.x (Tiger) atau
versi sebelumnya. Versi ini menarik pembei karena memiliki 1.8 kali kecepatan
dibandingkan dengan versi 1.2.4.
Pada bulan April
2005, Dave Hyatt salah satu dari pengembang Safari di Apple mendokumentasikan
progresnya dalam memperbaki bugs di Safari agar melewati tes Acid2. Tanggal 27
April 2005, ia mengumumkan bahwa pekembangan Safarinya telah melewati tes yang
membuatnya sebagai peramban web pertama untuk melakukan hal tersebut. Pada
mulanya perubahan tidak tersedia bagiakhir pengguna kecuali mereka mengunduh
dan melengkapisumber WebKit milik mereka atau menggunakan salah satu aplikasi
pada opendarwin.org. Meskipun demikian pada 31 Oktober 2005 Apple merilis
Safari versi 2.0.1 yang memasukkan Acid2 yang telah tetap.
Pada 9 Januari 2007,
Job secara formal mengumumkan bahwa iPhone Apple menggunakan penjelejah Safari
yang menggunakan fitur mesin JavaScript (Nitro) sebagai bagian dekstop hanya
pada iPhone 3.0.
Kelebihan :
- Fitur terbaru yang menarik adalah penerapan Nitro Engine. Dengan aplikasi ini browser bisa mengolah aplikasi-aplikasi web dengan lebih cepat karena Nitro Engine dapat mengeksekusi java script delapan kali lebih cepat dibanding dengan browser lainnya.
- Safari dilengkapi juga dengan Cover Flow yang membuat tampilan bookmark dan history browser lebih nyaman.
- Safari juga mendukung format modern web berbasis html 5 yang dapat mengumpulkan web-web favorit yang sering dibuka oleh pengguna dalam bentuk thumbnail, mirip dengan yang dimiliki oleh Opera.
Kekurangan :
- Tampak aneh sebagai aplikasi Windows, jika anda pertama kali menggunakannya.
- Tak ada fitur restore kalau Safari hang.
- Adanya bug pada Safari telah diungkapkan pada bulan Mei lalu oleh peneliti keamanan, Nitesh Dhanjani. Bug pada Safari dapat berakibat attacker mampu untuk membuang desktop korban dengan eksekusi file executable (.exe), sebuah penyerangan yang dikenal dengan nama Carpet Bombing .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar